Teknologi Injeksi

JAKARTA-Yamaha Semakin di Depan dalam penggunaan teknologi Fuel Injection (FI). Teknologi tersebut semakin menyempurnakan produk Yamaha dengan didukung kesiapan para mekanik yang telah dibekali pengetahuan tentang penanganan produk FI.

Yamaha menghadirkan keajaiban teknologi FI yang sangat unggul dalam kualitas dan pemanfaatan penggunaannya. Yamaha menyebut teknologi FI dengan Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) yang memiliki keuntungan akselerasi dan tenaga mesin sangat baik, konsumsi bahan bakar lebih efisien dan emisi gas buang lebih ramah lingkungan.




Teknologi FI Yamaha memberikan keuntungan bahan bakar lebih hemat di atas 30 persen, serta emisi dan polusi rendah. Dengan sistem injeksi, bahan bakar disuplai sesuai kebutuhan mesin sehingga menghemat bahan bakar. FI juga ramah lingkungan sesuai standar euro3 yang akan mulai diaplikasikan di Juli 2013 menurut AISI (Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia).

Cara kerja FI sama seperti sistem tubuh manusia. Pada sistem FI terdapat ECU (Electronic Control Unit) yang bekerja seperti otak pada manusia. ECU meneruskan sinyal yang dikirim sensor-sensor. Pada akhirnya ECU memerintahkan injector untuk menyemprotkan bensin pada mesin. Kerja ECU layaknya otak yang saat mendapatkan sinyal dari sensor-sensor, lantas memerintahkan bagian tubuh untuk menjalankan fungsinya. Selain sensor-sensor, komponen penting lainnya pada ECU adalah fuel pump yang berfungsi mensuplai bahan bakar dari tangki ke injektor dan menjaga tekanan bahan bakar agar sesuai persyaratan.

Lebih sempurnanya lagi, mesin injeksi Yamaha pada V-Ixion dapat diterapkan dalam balapan seperti yang dilakukan pada Yamaha Riding Academy (YRA). Vixion mudah diseting, tidak perlu banyak modifikasi, cukup adjust (diatur atau disetel) ECU (Electronic Control Unit) untuk mendapatkan power menjadi sebuah motor kompetisi. Tinggal diganti bagian muffler (knalpot) yang berkarakter racing (balap). Selain FI, Vixion juga memiliki teknologi forged piston dan diasil cylinder yang merupakan teknologi balap Yamaha.

Teknologi FI telah diterapkan Yamaha pada V-Ixion. Motor sport nomor satu di pasar Tanah Air yang diluncurkan pada 2007 itu terbukti keunggulannya sehingga selalu dicintai konsumen. Penjualan V-Xion telah mencapai 766.978 unit terhitung sejak pertama kali diluncurkan di 2007 hingga November 2011. Atau sama dengan 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan kompetitor. Bukti lainnya Yamaha terdepan untuk teknologi injeksi juga hadir melalui Jambore Nasional (Jamnas) Yamaha Vixion Club Indonesia (YVCI) di area Waduk Gadjah Mungkur, Wonogiri, 18-20 November 2011. Jamnas bersejarah itu ditandai dengan lahirnya rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) baru yaitu YVCI sebagai klub motor injeksi dengan chapter (cabang atau perwakilan terbanyak) yang datang berkumpul di sebuah acara, yaitu sebanyak 201 chapter.

Yamaha sendiri menargetkan semua motor produksinya disempurnakan dengan FI. Menuju ke arah sana, Yamaha telah mempersiapkan diri dengan memperkuat barisan mekanik yang telah dilatih dan mendapatkan pengetahuan tentang FI sehingga dapat menangani produk FI dengan baik di dealer maupun bengkel-bengkel Yamaha. ”Sejak 2007 Yamaha telah merancang FI dan saat ini how to maintance dan meningkatkan value-nya agar lebih baik dan meng-Indonesia. Yamaha sudah sangat siap untuk era mesin injeksi dengan dukungan penuh dari para mekanik yang telah dipersiapkan lama dan dibekali pengetahuan tentang FI,” papar Indra Dwi Sunda, PR Corporate & Communication Head Yamaha Indonesia.

Kesiapan Mekanik, Diler dan Bengkel Yamaha

Salah satu cara Yamaha mempersiapkan mekanik menuju era injeksi adalah dengan menggelar Indonesia Technician Grand Prix (ITGP). Di ajang itu para mekanik Yamaha se-Indonesia bertarung memperebutkan hadiah utama mengikuti kontes teknisi tingkat dunia atau World Technician Grand Prix di Jepang. Tahun ini adalah tahun ke-11 pelaksanaan ITGP dan telah digelar di Bandung, akhir November lalu.

Selain itu, Yamaha juga rutin memperkenalkan dan mensosialisasikan FI dengan mendidik siswa-siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan menjadi salah satu tonggak pendukung kesuksesan era mesin injeksi. Kerjasama dengan berbagai SMK dijalin melalui seminar teknologi dan produk di SMK, donasi mesin dan motor untuk praktek, training untuk guru-guru SMK hingga kontes antar SMK yang digelar dalam rangkaian event ITGP. Untuk internal Yamaha sendiri, latihan dan pendidikan tentang FI lebih diperdalam lagi melalui Yamaha Technical Academy (YTA).

dikutip dari : yamaha-motor.co.id

Tidak kalah seru Honda pun sudah menggunakan teknologi Injeksi, Supra X 125 PGM F1 contohnya. Dengan penggunaan bahan bakar cukup irit dan tenaga yang gesit. Persaingan antara Yamaha dan Honda yang diuntungkan adalah konsumen di tanah air. Semakin banyak pilihan semakin enak. Kita tinggal memilih sesuai selera. Jangan terlalu fanatik terhadap suatu produk. Karena kalau sudah terlalu fanatik kita tidak bisa menilai produk secara Objektif. Sehingga Produk yang kita sukai selalu diunggul-unggulkan, padahal semua Produk mempunyai plus dan minusnya masing-masing.

Produk yang tidak ada saingan membuat Perusahaan terlalu Pede dan seenaknya, sehingga kadang pelayanan kepada konsumen menjadi jelek. Memang perlu ada kompetitor, agar terjadi persaingan dalam hal yang positip. Contoh produk yang dimonopoli oleh satu perusahaan sampai saat ini adalah Listrik yang dikelola oleh PLN. Mau PLN bagus, mau PLN buruk konsumen tidak bisa berpindah ke lainnya he3.

Jadi kemana-mana nih ngebahasnya. Menurut Bengkel Motor, Kedepannya Teknologi Injeksi bakalan dipakai di motor-motor lain. Coba saja lihat 10 tahun kedepan...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar