Sepeda Motor Listrik Tercepat di Dunia

Sepeda Motor Listrik Tercepat di dunia dipertunjukkan bagi umum dalam International Bike Show di Birmingham.

TTX01, sebutan sepeda motor listrik ini, adalah sepeda motor bebas emisi tercanggih yang akan diproduksi untuk masyarakat umum serta telah legal untuk digunakan pada jalan umum di Inggris. Pembuat sendiri mengklaim kendaraan ini dapat mencapai 60mph hanya dalam waktu 3.5 detik, untuk akhirnya mencapai kecepatan maksimum pada kecepatan 125mph. Ini akan dijual dalam jumlah terbatas tahun depan seharga £20,000.

Sepeda motor ini dirancang oleh teknisi kebangsaan Inggris dan didukung oleh penyelenggara grandpix bebas emisi pertama di dunia, yang akan diselenggarakan di Isle of Man's TT circuit Juni depan.

Penyelenggara TTXGP dan juga pembalap, Azhar Hussain, mengatakan TTX01 adalah sebuah percontohan bagi teknologi kendaraan listrik di masa depan.

"Satu hal penting adalah teknologi telah cukup mendukung bagi balap motor, ditambah tanpa emisi," ujar Hussain. "Ini peluang yang bagus mengedepankan ilmu pengetahuan dan teknologi dan menciptakan perubahan yang begitu berarti dalam waktu yang tepat."

Sepeda motor listrik lain yang mendekati produksi untuk pemakai umum adalah EnertiaBike.com dari produsen Amerika Brammo yang dijadwalkan akan menghantam pasar tahun depan. Hanya saja Enertia didesain hanya dengan kecepatan 50-60mph.

TTX01 bekerja dengan tenaga dua baterai yang masing-masing memiliki berat 11kg yang terletak di pinggi roda. Ini dirancang oleh Agni motors yang bermarkas di Brighton. Kendaraan ini disejajarkan dengan motor balap bertenaga 600cc.

Pada model percontohan yang muncul hari ini mesin dipasangkan pada casis Suzuki motorbike. Tetapi pada produksi nanti akan menggunakan casis yang terbuat dari bahan carbon composite yang ringan tetapi kuat

Desain dari TTX01 juga memberikan ruang bagi sebuah elektrik motor kecil bagi roda depan. Ini membuat sepeda motor menjadi lebih aman untuk dikendarai. Saat roda belakang hilang cengkramannya maka computer dapat memindahkan tenaga ke roda depan agar sepeda motor dapat tetap melaju.

Kendaraan listrik terlihat sangat penting dalam usaha emisi karbon dari kendaraan yang mana menyumbang hingga seperempat dari total emisi di Inggris.

Tony Bosworth, aktivis senior dari Friends of the Earth, menyambut gembira TTX01. "Sepeda motor listrik memiliki peranan utama dalam memotong emisi dari kendaraan - dengan menggunakan energi yang terbaharui. Produsen kendaraan bertanggungjawab untuk meminimalkan dampak dari produk-produk kendaraan mereka terhadap lingkungan."

Respon yang luar biasa juga datang dari para pembalap. Jeff Stone dari British Motorcyclists Federation mengatakan: "TTX01 adalah sebuah gairah baru. Seperti mobil listrik, tentu akan memerlukan waktu untuk penyesuaian. Seperti kita ketahui perlombahan merangsang teknologi dan TTXGP adalah sebuah ajang yang luar biasa bagi persaingan teknologi bersih."

Setelah uji coba bulan depan, TTX01 akan mulai tur Eropa dengan tenaga baterai melewati Portugal, Perancis, Jerman, Itali dan kembali ke Isle of Man dengan balap bebas emisinya Juni depan. Pada kecepatan sedang, baterai seberat 75kg akan memiliki jarak tempuh hingga 50 mil dan dapat diisi ulang hanya kurang dalam 2 jam.

Ajang balap TTXGP tahun depan diadakan untuk mendukung sepeda motor listrik bebas emisi. Sekitar 50 tim akan bersaing, termasuk sepeda motor yang dibuat oleh tim balap profesional, dari universitas, produsen kendaraan, produsen yang mengedepankan teknologi atau pun para pehobi amatur.

"Tidak ada yang memicu inovasi seperti kompetisi," tambah Hussain. "Perlombaan terbuka memberikan tempat bagi pemikiran-pemikiran baru untuk membuktikan keabsahannya secara langsung."

The TTX01 didukung oleh Departemen Perdagangan dan Investasi Inggris, serta International business Development dari pemerintah, sebagai salah satu langkah Inggris dalam mempromosikan industri teknologi hijau Inggris.

Tetapi mungkin ada satu masalah untuk menjadikan sepeda motor listrik menjadi kendaraan utama. "Sangat sulit untuk membuatnya bersuara," ujar Hussain. "Saat kami mencoba membuat suara, itu membuatnya menjadi tidak efisien. Atau kami mencoba sosialisasikan agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk melihat dua sisi saat akan menyebrang jalan"

Sumber : guardian
Gambar : gizmag

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar